Tren Nasionalisme di Negara Maju, Dana Asing Keluar Membesar

This item was filled under [ Info bisnis ]

Dolar

Belakangan ini, risiko arus keluar dana asing (capital outflow) dari pasar negara-negara ekonomi berkembang (emerging market) semakin besar. Pemicunya adalah berkembangnya tren nasionalisme di negara-negara maju.

Jadi, pemicu outflow bukan cuma kebijakan proteksionis Trump yang mendorong naiknya imbal hasil (yield) surat utang di Amerika Serikat (AS).

Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mencatat, sepanjang November lalu atau pasca terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS), dana asing yang keluar dari emerging market mencapai US$ 28 miliar. Nominal tersebut memang lebih rendah dibanding saat bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), memutuskan mengurangi stimulus moneternya (tapering) pada 2013 silam.

Meski begitu, ke depan, risiko arus keluar dana asing semakin besar bila Trump benar-benar menjalankan kebijakan proteksionis terhadap perdagangan global. Ditambah lagi dengan berkembangnya tren nasionalisme di negara-negara maju. Sebut saja, masyarakat Italia yang menolak referendum atau memilih partai yang lebih nasionalis seperti halnya ketika Inggris keluar dari Uni Eropa (Brexit).

Selengkapnya : Tren Nasionalisme di Negara Maju, Dana Asing Keluar Membesar