Tergerus Harga Gas dan Kurs Rupiah, Laba PGN Anjlok 87,5%

This item was filled under [ Info bisnis ]

PGN PERLUAS PEMANFAATAN GAS BUMI KE INDUSTRI MENENGAH

Laba bersih PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) sepanjang semester I-2020 turun hingga 87, 56% dibandingkan periode sama tahun lalu. Pandemi Covid-19 dan menurunnya harga minyak dan gas (migas) menjadi salah satu penyebab turunnya kinerja perusahaan.

Dalam laporan keuangan perseroan tercatat laba anak usaha PT Pertamina (Persero) ini US$ 6, 72 juta, turun dari US$ 54, 04 juta. Jika dikonversi ke rupiah dengan asumsi nilai tukar senilai Rp 14.773 per dolar amerika serikat, maka laba bersih PGN sepanjang enam bulan pertama tahun ini Rp 99, 3 miliar saja. Sedangkan periode sama tahun lalu, labanya mencapai mencapai Rp 798, 39 miliar.

Direktur Keuangan PGN Arie Nobelta Kaban mengungkapkan kinerja keuangan perusahaannya sangat dipengaruhi oleh tiga kondisi perekonomian, yaitu “dampak pandemi Covid-19, turunnya harga migas dunia, dan melemahnya kurs rupiah terhadap dolar AS, ” kata Arie dalam siaran persnya, Senin (7/9).