Skema Pembentukan Holding Energi Dinilai Tidak Tepat

This item was filled under [ Info bisnis ]

Gedung Kementerian BUMN

Rencana pemerintah untuk membentuk perusahaan induk (holding) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor energi, mendapat respons negatif dari sejumlah kalangan. Skema pembentukan holding yang yang dibuat oleh Kementerian BUMN dinilai terlalu terburu-buru, sehingga hasilnya kurang tepat.

Mantan anggota tim reformasi tata kelola minyak dan gas bumi (migas) Fahmy Radhi mengatakan skema pembentukan holding energi ini tidak memiliki konsep dan tujuan yang jelas. Konsepnya hanya sekadar ingin menunjuk PT Pertamina (Persero) sebagai induk usaha BUMN energi. (Baca: Tanpa Izin Dewan, DPR Anggap Pembentukan Holding Cacat Hukum)

Dalam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) holding energi disebutkan bahwa pemerintah akan melakukan penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) ke dalam modal saham Pertamina. PMN tersebut diambil dari pengalihan saham seri B milik negara yang berada di PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.

Dengan konsep tersebut, Fahmy menganggap konsep pembentukan holding ini seperti hanya sekedar menunjuk Pertamina untuk ‘mencaplok’ PGN …

Selengkapnya : Skema Pembentukan Holding Energi Dinilai Tidak Tepat