Shell Hengkang dari 10 Negara untuk Tekan Pengeluaran

This item was filled under [ Info bisnis ]

Both Shell di sebuah p[ameran di Jakarta

Perusahaan minyak asal Belanda, Royal Dutch Shell, akan menghentikan kegiatan operasional minyak dan gas buminya di sepuluh negara untuk efisiensi pengeluaran. Shell bahkan harus membayar utang setelah mengakuisisi perusahaan migas multinasional asal Inggris, BG Group, dengan nilai US$ 54 miliar. Merger dengan BG telah membuat Shell menjadi perusahaan minyak kedua terbesar di dunia, setelah ExxonMobil.

Shell yang membuka bisnisnya di lebih dari 70 negara ingin fokus ke 13 negara saja, yang benar-benar memberi pemasukan signifikan. Tiga dari 13 negara tersebut adalah Brasil, Australia, dan Amerika Serikat.

“Portofolio kami beragam dan tersebar di seluruh dunia dan di beberapa negara memang lebih matang, ” kata Chief Financial Officer Shell, Simon Henry seperti dikutip Reuters, Selasa, 7 Juni 2016. (Baca: Shell PHK Lagi 2.200 Pegawai).

Kebijakan ini termasuk penjualan sepuluh persen aset produksi migasnya untuk merampingkan perusahaan. Kondisi tersebut memungkinkan para investor mendapatkan lebih banyak portofolio gas dibanding para pesaingnya …

Selengkapnya : Shell Hengkang dari 10 Negara untuk Tekan Pengeluaran