Perusahaan Migas Pergi, Itu Sesuatu Yang Normal

This item was filled under [ Info bisnis ]

Djoko Siswanto

Rendahnya harga minyak dunia setahun terakhir ini menyebabkan bisnis hulu minyak dan gas bumi (migas) melesu. Lelang blok migas tahun lalu tak laku, sementara beberapa perusahaan migas memilih tak memperpanjang masa kontraknya. Bahkan, ada yang cabut sebelum masa kontraknya berakhir.

Fenomena ini sebenarnya juga berlaku di negara lain. Namun, selain rendahnya harga minyak saat ini, perusahaan mengeluhkan investasi sektor hulu migas kalah menarik dibandingkan negara-negara lain.

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyadari masalah tersebut. Karena itu, pemerintah akan menelurkan aneka insentif, seperti pengurangan porsi bagi hasil, kelonggaran persyaratan lelang hingga insnetif fiskal.

“Selama bagian negara lebih besar dari kontraktor dan di atas 50 persen, itu (insentif) fine saja, ’ kata Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto kepada wartawan Katadata, Arnold Sirait, di sela-sela forum “The 40th IPA Convention and Exhibition” di Jakarta, Rabu (25/5) dua pekan lalu.       

Apakah harga minyak rendah telah …

Selengkapnya : Perusahaan Migas Pergi, Itu Sesuatu Yang Normal