Menyaksikan Langsung Tempat Bertemunya Adam-Hawa di Jabal Rahmah

This item was filled under [ Paragraf ]
Jakarta
Jabal Rahmah di Makkah, Arab Saudi, diyakini sebagai tempat pertemuan Adam dan Hawa setelah terpisah pasca diturunkan dari surga ke bumi. Adam, diceritakan diturunkan di Sri Lanka sementara Hawa di Arab, tepatnya di Jeddah.

Kisah tersebut membuat bukit yang mengandung arti ‘kasih’ ini menjadi salah satu tempat yang wajib didatangi jamaah umroh dan haji dalam rangkaian ziarah Kota Makkah. Jabal Rahmah, berada di bagian timur luar kota Makkah, tepatnya tepian Arafah. Sehingga bukit ini juga dikenal dengan nama Jabal Arafah.

“Di Arafah inilah yang menjadi salah satu kegiatan inti dari ibadah haji, yaitu tempat para jamaah haji melakukan wukuf sebelum melempar jumrah,” jelas pemandu rombongan umroh yang diadakan brand hijab Zoya, Fachrurozi, saat kunjungan ke Jabal Rahmah, Senin (28/3/2016).

Di puncak bukit berbatu ini, tertancap monumen yang menandakan tempat pertemuan Adam dan Hawa di bumi. Bagi jamaah yang ingin melihatnya langsung, perlu sedikit usaha untuk mendakinya.

Untuk mencapainya, sebenarnya medannya tidak terlalu sulit. Jabal Rahmah memiliki kemiringan kira-kira 45 derajat. Sudah tersedia juga anak tangga untuk lebih mempermudah jamaah menaiki bukit.

Namun karena cukup banyak orang yang ingin mendaki, keleluasaan bergerak jadi terbatas. Belum lagi kekhawatiran akan jatuh atau tergelincir karena tersenggol atau terdorong pengunjung lainnya.

Seperti saat Wolipop mencoba mendaki, suasana saat itu sangat ramai. Panas sinar matahari pun terasa menyengat. Jalan turun dan naik menjadi satu sehingga perlu sangat berhati-hati saat menaiki anak tangga.

Menyusuri tangga menuju puncak bukit, terlihat beberapa pedagang menjajakan barang dagangannya seperti aksesori, bubuk henna juga makanan. Banyaknya pedagang mungkin juga jadi salah satu penyebab ramai dan sempitnya area menuju bukit.

Bersama rombongan tur dan dibantu pemandu, setelah lebih kurang 15 menit, sampailah puncak Jabal Rahmah. Terlihat beberapa orang asyik berfoto, memanjatkan doa dan salat. Beredar mitos bahwa jika berdoa di puncak Jabal Rahmah, akan segera dipertemukan dengan jodohnya.

Namun perlu diingat, mitos tidak selalu benar. Berdasarkan pengumuman yang diserukan petugas lewat pengeras suara, tidak disarankan berdoa maupun salat untuk meminta sesuatu apalagi jika sampai mengganggu kenyamanan dan keamanan jamaah lain.

Jabal Rahmah memang memiliki keindahan tersendiri. Begitu sampai puncak bukit, pemandangan di sekitarnya pun terlihat indah dan menarik untuk diabadikan. Sayangnya begitu menuruni bukit ini, keindahan Jabal Rahmah jadi sedikit ‘terganggu’ karena banyaknya sampah di sela-sela bebatuan. Ada pula pengunjung yang mencorat-coret batu dengan spidol maupun cat putih.

Jabal Rahmah tentunya akan tampak lebih indah jika jamaah maupun pengunjung yang datang mau lebih menjaga kebersihan dan ketertiban. Terlepas dari itu, bukit bersejarah ini tetap menyimpan pesonanya tersendiri dan sejarah yang tak ternilai harganya.

(hst/kik)

Powered By WizardRSS.com | Full Text RSS Feed

Powered by WPeMatico