Jatah Negara Terlalu Besar, Investasi Migas Kurang Menarik

This item was filled under [ Info bisnis ]

Forum Diskusi IPA

Konsultan dan lembaga riset di bidang energi, logam, dan tambang Wood Mackenzie menilai jatah bagi hasil migas yang di dapatkan negara Indonesia terlalu besar. Hal ini menyebabkan investasi migas di Indonesia kurang menarik.

Manager of Upstream Oil and Gas for South Eeastern Asia for Wood Mackenzie Andrew Harwood mengatakan untuk sebuah lapangan minyak di laut dalam, porsi bagi hasil yang didapatkan Indonesia sekitar 81 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata secara global yang hanya mencapai 62 persen dan rata-rata di Asia Pasifik 70 persen. (Baca: Investasi Migas Indonesia Tak Lagi Menarik).

Dengan bagi hasil seperti itu, pemerintah akan kesulitan untuk mendorong investasi di hulu migas. “Indonesia banyak ambil bagian. Itu akan susah menarik investasi karena investor tidak akan tertarik, ” kata Andrew saat diskusi pada forum Indonesian Petroleum Association (IPA), di Jakarta, Selasa, 10 Mei 2016.

Selain sistem bagi hasil, Andrew juga menyoroti dampak …

Selengkapnya : Jatah Negara Terlalu Besar, Investasi Migas Kurang Menarik