Distribusi Panjang, Harga BBM di Papua Tiga Kali Lebih Mahal

This item was filled under [ Info bisnis ]

Kilang depot pengisian LPG di Tanjung Priok, Jakarta

PT Pertamina menyatakan minimnya infrastruktur hingga panjangnya rantai distribusi menjadi penyebab mahalnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Papua. Menurut Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro, harga BBM di Papua memang lebih mahal dibandingkan wilayah lain. Jika pemerintah menetapkan harga Premium di luar Jawa, Madura, dan Bali sebesar Rp 6.450 per liter dan Solar Rp 5.150 per liter, hal itu tidak berlaku di Papua. (Baca: Turunkan Harga BBM, Pertamina Ditugasi Bangun Tangki di Papua).

Masyarakat Papua harus membeli BBM hingga Rp 20 ribu per liter. Bahkan, harga Premium di Kota Wamena, Kabupaten Jaya Wijaya mencapai Rp 80.000 per liter. Membengkaknya harga bahan bakar ini,  kata Wianda, karena infrastruktur minim. Hal ini membuat rantai penyaluran BBM menjadi panjang. Dalam kondisi normal, distribusi BBM di Papua berasal dari Kilang Balikpapan. Setelah itu ditampung di terminal besar Wayame,  kemudian disalurkan ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum kecil di Papua.

Permasalahannya, …

Selengkapnya : Distribusi Panjang, Harga BBM di Papua Tiga Kali Lebih Mahal