Buat Terowongan, Biaya Proyek Kereta Cepat Membengkak Rp 10 Triliun

This item was filled under [ Info bisnis ]

Kereta cepat

Pemerintah menghadapi sejumlah masalah untuk memulai proses pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Yang terbaru adalah masalah lahan sehingga membuat biaya pembangunan proyek tersebut membengkak lebih Rp 10 triliun.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengakui adanya beberapa permasalahan terkait lahan yang menyebabkan  dana proyek kereta cepat Jakarta-Bandung membengkak. Pertama, perubahan skema pembangunan di beberapa titik proyek tersebut sehingga perlu membuat terowongan (tunnel).

Terowongan ini pun nantinya terbagi dua, yakni terowongan yang dibangun dengan terbuka (open pit tunnel) dan terowongan yang dibangun dengan mengebor perut bumi (boring tunnel) seperti proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta. (Baca: Perlu Kajian Lagi, Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Terhambat)

Kedua, jalur kereta cepat dibuat melayang (elevated). Rini mengatakan, sebagian ruas jalur kereta cepat ini tadinya tidak melayang. Namun, sekarang semua ruas jalurnya dibuat melayang untuk menyesuaikan dengan kontur tanah.

Kondisi inilah yang menyebabkan, biaya pembangunan proyek tersebut membengkak menjadi US$ 5, 99 miliar atau sekitar Rp 80 triliun. …

Selengkapnya : Buat Terowongan, Biaya Proyek Kereta Cepat Membengkak Rp 10 Triliun